1 Agu 2010

Bintang-Bintang Dunia Yang Bergabung Di Klub Papan Tengah dan Bawah Liga Premier

Pemain-pemain besar dunia seringkali tertarik dengan Liga Inggris. Uniknya mereka bergabung tidak hanya di klub big-four saja, tapi juga di klub-klub yang lebih kecil.
Juan Roman Riquelme adalah nama terakhir yang siap merasakan aroma liga Inggris -dari sisi yang lebih bawah.

Salah satu andalan tim nasional Argentina beberapa tahun lalu ini -tampil 69 kali-, ia juga menjalani musim yang sukses dengan Villareal, seringkali dihubungkan dengan tim-tim besar liga Premier. Tapi yang terjadi malah, kini ia sangat dekat dengan West Ham. Riquelme siap bergabung dengan gerakan 'Avram Grant Evolution'. Sebuah transfer yang -jika terjadi- akan mengejutkan banyak pihak.

Tapi ini bukan yang pertama kalinya terjadi di Liga Premier. Sempat ada beberapa pemain besar yang rela bermain di klub-klub papan tengah -bahkan bawah- demi merasakan atmosfer Liga Inggis.

Mari melihat sedikit ke belakang and here's a few of them:




1. Javier Mascherano dan Carloz Tevez (West Ham United)
Ketika West Ham mengumumkan mereka berhasil mendatangkan duet Mascherano dan Tevez dari Corinthians dengan harga sekitar 30 Juta Pound, dunia sepakbola terkejut. Tapi itulah faktanya, duo Argentina ini sempat menjalani musim bersama West Ham.
Mascherano tidak begitu berhasil. Ia tidak mampu bertarung bersama di lini tengah West Ham dan memaksa timnya terdampar di papan bawah Liga -bahkan nyaris degradasi. Ia pun akhirnya dipinjamkan ke Liverpool.
Dengan Carlos Tevez, ceritanya jauh berbeda. Sang striker menjadi pahlawan-penyelamat West Ham dari ancaman degradasi. Masih ingat gol-nya ke gawang Manchester United di hari terakhir Liga Premier? The Hammers mengalahkan sang juara di kandangnya dan mereka lepas dari degradasi. Musim berikutnya, Tevez pindah ke United. Untuk kemudian pindah lagi ke Manchester City hingga sekarang.



2. Gaizka Mendieta (Middlesborough)
Mendieta sempat menjalani musim-musim sepakbolanya bersama tim-tim besar Eropa di Spanyol dan Italia. Ia bermain untuk Barcelona, Lazio, dan kemudian Valencia. Tahun 2003, ia memutuskan untuk pindah ke Inggris. Klubnya? Middlesborough.
Pemain Spanyol ini akhirnya menghabiskan waktu 5 tahun berjuang bersama The Boro. Sayangnya, ia justru tidak tampil pada pencapaian tertinggi mereka: Final Piala UEFA 2006.
Tahun 2008, kontraknya akhirnya selesai dan tidak diperpanjang, ia oun pensiun dari sepakbola setelah 17 tahun berkarir.




3. Michel Salgado (Blackburn Rovers)
Ia sempat bermain selama 10 tahun di Santiago Bernebeu, dan praktis itu membuatnya menjadi salah satu legenda Real Madrid. Tapi di Inggris, ia hanya mampu bergabung dengan Blackburn Rovers.
Bermain 250 kali untuk tim sekelas Madrid dan menjalani 53 caps untuk tim nasional-nya, jelas tidak banyak yang menyangkan Salgado harus menghabiskan masa-masa akhir karirnya di papan bawah Liga Premier. But, that's what happen now.




4. Edwin Van Der Sar (Fulham)
Sebelum kini menjadi salah satu kiper paling hebat yang pernah dimiliki Manchester United, Van Der Sar sempat bertualang di Liga Eropa lainnya bersama Ajax dan Juventus. Sebelum akhirnya pindah ke Liga Premier.
Tapi ingat, United bukan klub pertamanya. Tahun 2001, Fulham secara mengejutkan berhasil mendatangkan salah satu kiper terbaik di dunia ini ke Craven Cottage. Ia memutuskan untuk pindah setelah gagal bersaing dengan Gianluigi Buffon.
VDS menghabiskan 4 tahun bersama Fulham, bermain 127 kali. Sebelum akhirnya ia pindah ke Old Trafford dan mulai kembali mengoleksi trofi.




5. Edgar Davids (Tottenham Hotspur)
Oke. Spurs saat ini memang sudah termasuk tim 'empat-besar'. Tapi tidak seperti ini keadaanya ketika Davids bergabung. Gelandang asal Belanda ini sempat bermain untuk Ajax, Juventus, dan Inter sebelum akhirnya bergabung ke White Hart Lane.
Martin Jol -manajer Spurs ketika itu- membutuhkan satu bintang berpengalaman untuk membimbing anak-anak muda dalam skuadnya. Hasilnya tidak terlalu buruk, Spurs finis di posisi kelima. Dan mereka sempat bertarung untuk posisi Liga Champions hingga hari terakhir musim.




6. Fernando Hierro (Bolton Wanderers)
Lagi-lagi dari Real Madrid. Kali ini lebih mengejutkan. Hierro adalah kapten di Santiago Bernebeu. Ia memutuskan untuk pindah ke Inggris. Dan bermain di Bolton.
5 gelar La Liga, 3 gelar Liga Champions, 439 penampilan mewarnai CV-nya selama 14 tahun bertarung di Real Madrid. Dan di akhir karirnya, ia harus bertarung bersama Bolton untuk menghindari degradasi.
Dan kiprahnya bersama Bolton memang singkat. 29 penampilan dan satu gol. Tapi tetap saja, kepindahannya ini menjadi salah satu transfer paling mengejutkan yang pernah terjadi.




7. Youri Djorkaeff (Bolton Wanderers)
Reebok Stadium kembali menunjukkan magnetnya -entah mengapa. CV Djorkaeff cukup gemilang. Juara Dunia 1998 kemudian dilanjutkan Juara Eropa 2000 bersama tim nasional Prancis. Namun sepertinya masih kurang untuk bisa bergabung dengan tim papan atas. Ia pun bermain bersama Bolton.
Sempat bermain dan meraih juara Piala UEFA tahun 1998 bersama Inter Milan, Djorkaeff bergabung bersama Bolton tahun 2002-2004. Bermain 75 kali dan mencetak 20 gol. Cukup impresif. Kemudian ia pindah ke Blackburn (lagi-lagi klub papan bawah...), sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan New York Red Bulls di Amerika Serikat.




8. Christophe Dugarry (Birmingham City)
Satu lagi anggota skuad juara dunia Prancis terdampar di papan bawah Liga Premier. Setelah sempat bermain bersama Barcelona dan Milan, Dugarry didatangkan untuk menyelamatkan Birmingham dari zona degradasi.
Berstartus pinjaman dari Bordeaux, Dugarry tampil hebat. Mencetak lima gol dari lima penampilannya bersama Birmingham, dan berhasil 'menyelamatkan' klub tersebut dari jurang degradasi. Musim berikutnya, ia dikontrak permanen oleh Birmingham. Hasilnya? Satu gol dari 15 pertandingan. Mengecewakan.

Jadi siapa selanjutnya menyusul? Riquelme sudah selangkah laggi bergabung dan satu rumor lagi yang sempat beredar kencang belakangan adalah: Raul Gonzales. Ia diperebutkan antara Spurs dan Newcastle United. We'll just wait and see.

sumber : supersoccer.co.id/liga-inggris/ulasan/content/read/bintang-bintang-dunia-yang-bergabung-di-klub-papan-tengah-dan-bawah-liga-premier/

31 Jul 2010

Para Remaja berharga Mahal Di Liga Inggris


Transfer liga Inggris seringkali melibatkan remaja-remaja berharga mahal. Dan kemungkinan akan ada lagi remaja yang pindah klub dengan label jutaan pound tahun ini.
Conor Wickham adalah nama terakhir yang disebut-sebut akan dilepas. Arsenal dan Spurs siap berduel untuk mendapatkan remaja asal Ipswich ini dengan harga sekitar 7 Juta Pound.

Sebelum transfer ini terjadi, mari kita berjalan-jalan ke belakang dan melihat siapa saja remaja 'mahal' di Liga Inggris dan bagaimana kelanjutan karir mereka saat ini.





10. James Milner: Leeds ke Newcastle United (5 Juta Pound)

Sebagai produk asli akademi Leeds United, Milner yang ketika itu baru berusia 18 tahun menarik minat Newcastle United. Dan dengan segala masalah keuangan yang menimpa Leeds, anak muda ini pun dijual. Kemudian ia pindah ke Aston Villa dengan transfer 12 Juta Pound. Dan saat ini sedikit lagi bisa pindah ke Manchester City dengan transfer sekitar 25 Juta Pound. Good investment? You bet.




9. Aaron Ramsey: Cardiff ke Arsenal (5 Juta Pound)

17 tahun. Dari Wales. Jenius. Ramsey diincar juga oleh Everton dan Manchester United. Tapi akhirnya pemain sayap ini memilih Arsenal. hasilnya? Musim lalu kakinya patah setelah dihajar lawan. Untung usia-nya masih sangat muda.





8. Robbie Keane: Wolves ke Conventy (6 Juta Pound)
Tahun 1999. Keane masih berusia 19 tahun. Dan Wolves ingin uang banyak untuk salah satu binytang muda Irlandia yang sedang siap bersinar saat itu. Conventry menyediakannya. 6 Juta Pound dan Keane pindah. Ini terbukti jadi sebuah bisnis yang sangat baik. Hanya selang setahun, Keane pindah ke Inter Milan dengan label 13 Juta Pound. Sekarang? Ia terus berpetualang dari satu klub ke klub lainnya. Terakhir, ia dipinjamkan oleh Spurs ke Glasgow Celtic.





7. Glen Johnson: West Ham ke Chelsea (6 Juta Pound)

Di tahun 2003, Johnson masih berusia 18 tahun baru 15 kali tampil bersama tim utama West Ham. Dan ia menjadi salah satu pemain pertama yang dibeli Chelsea di era Roman Abramovich. Hingga sekarang, ia tetap memegang rekor sebagai pemain remaja termahal yang pernah dibeli klub London ini. Tetapi karirnya tidak bersinar. Ia jelas-jelas tidak masuk dalam pemain-idaman Jose Mourinho ketika itu. Hanya sebentar, ia pun dilempar ke Portsmouth. Beruntung ia bisa bangkit, dan kini bermain di Liverpool -bahkan juga masuk tim nasional Inggris.




6. Fabian Delph: Leeds ke Aston Villa (6 Juta Pound)
Villa memenangi persaingan ketat mendapatkan Delph melawan Spurs dan  Manchester City tahun 2009 silam. Pamain 19 tahun ini hanya bermain 8 kali untuk Villa musim lalu tapi sepertinya punya tempat di masa depan Villa bersama Martin O'Neill. Satu hal yang menarik dari pemain ini adalah ia sepenuhnya percaya hal-hal berbau mistis. Ia langsung check-out dari hotelnya hanya setelah 40 menit bergabung bersama Villa. Delph mengklaim ruanngannya berhantu dan barang-barangnya berpindah sendiri. Menyeramkan.





5. Gareth Bale: Southampton ke Tottenham Hotspurs (5 Juta Pound -meningkat menjadi 10 Juta)

Tahun 2006, seorang bek kiri muda dari Wales muncul di Southampton. Dan dengan segera mengambil alih posisi tersebut secara rutin dan menjadi spesialis tendangan bebas. Setahun berikutnya, Gareth Bale yang baru berusia 17 tahun memilih untuk pindah ke Spurs dengan biaya awal 5 Juta Pound. Padahal, Manchester United juga menunjukkan ketertarikan serius padanya. Hal yang menarik dari Bale adalah: Spurs awalnya sama sekali tidak bisa menang di pertandingan liga Premier jika ia dipasang sebagai starter. Dan 'kutukan' ini berjalan cukup lama. 24 pertandingan. 2 tahun setelah bergabung, Bale akhirnya merasakan kemenangan sebagai starter. Dan setelah itu ia terus terbang tinggi bersama Spurs hingga akhir musim kemarin.




4. Theo Walcott: Southampton ke Arsenal (9 Juta Pound)
Menjadi teman sekamar Bale saat berada di akademi Southampton, Walcott memilih sisi lain kota London di tahun 2006. Dalam sebuah transfer yang melibatkan uang dalam nilai tinggi ini, Arsenal sukses mendatangkan sayap-16-tahun dengan kecepatan luar biasa tersebut. Tapi sebenarnya ia bisa saja bergabung ke entah Chelsea, Liverpool, Spurs, atau Manchester United. Ia kemudian membuat headline dengan dimasukkan ke dalam tim nasional Inggris di Piala Dunia 2006 oleh Sven Goran Ericsson. Tahun ini, ia kembali menjadi headline. Hanya beritanya bertolak belakang, ia dibuang dari skuad Fabio Capello di Afrika Selatan. Meski begitu, ia masih 21 tahun. Still a long-way future? We'll see.






3. Cristiano Ronaldo: Sporting Lisbon ke Manchester United (12 Juta Pound)
Diminati oleh Liverpool dan Arsenal, tapi akhirnya memilih untuk bergabung dengan Manchester United. Ceritanya adalah ketika itu -tahun 2003- ia bermain melawan United di sebuah pertandingan persahabatan pramusim. Seusai pertandingan, di pesawat semua pemain membicarakan mengenai anak muda ini dan 'memaksa' sang manajer untuk mendatangkannya. 12 Juta Pound. 18 tahun. Sebuah sukses besar dari sisi manapun. Ia menjalani 6 tahun yang luar biasa bagi United dan kemudian menjelma menjadi pemain termahal di dunia. 80 juta Pound ke Real Madrid. Great Player-Great Business.





2. Anderson: Porto ke Manchester United (18 Juta Pound)
Sedikit mengejutkan memang, melihat harga Anderson lebih mahal daripada Ronaldo. Tapi inilah faktanya. United mendatangkannya dari Porto pada tahun 2007 silam saat ia masih berusia 19 tahun. Harga 18 Juta Pound ini tidak tampaak sesuai dengan penampilan Anderson yang on-off di Old Trafford. Berkali-kali dikabarkan akan hengkang, United sangat diragukan bisa mencapai harga yang setidaknya sama jika benar-benar menjual pemain asal Brazil ini.




1. Wayne Rooney: Everton ke Manchester United (27 Juta Pound)

'Remember the name: Wayne Rooney!!' -teriak seorang komentator ketika anak muda berusia 16 tahun dari Everton merobek jala gawang Arsenal. Dan Sir Alex Ferguson benar-benar mengingatnya. 27 Juta Pound dikeluarkannya untuk mendatangkan sang striker setelah ia tampil untuk Inggris di Euro 2004 silam. Ia masih berusia 18 tahun ketika itu, tetapi sudah mengantongi pengalaman 2 musim bertarung di Liga Premier. A good business. Karena ia hingga kini menjani salah satu kunci permainan United dalam memenangti tiga gelar liga dan satu gelar Liga Champions. Despite the terrible World Cup he won't stop now, ain't he?

sumber : supersoccer.co.id/liga-inggris/ulasan/content/read/remaja-remaja-mahal-di-liga-inggris/

30 Jul 2010

10 Pemain Yang Bersinar Di Piala Dunia Yang Dinanti Di Inggris


Piala Dunia Afrika Selatan telah berakhir,nama-nama seperti: Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, dan Kaka adalah beberapa nama yang diharapkan bisa bersinar di Piala Dunia, namun kenyataannya malah meredup.

Sportsmail mencoba untuk mengangkat 10 nama pemain yang bersinar di Piala Dunia, yang dihubung-hubungkan dengan Liga Inggris. Dan mereka adalah:




Luis Suarez
Penyerang asal klub Ajax Amsterdam ini mendadak menjadi buah bibir, setelah ‘hand of God’nya harus membuat Ghana tersingkir di Piala Dunia di babak perempat final, ketika harus menghadapi Uruguay. Namun selain aksi tersebut, tak diragukan lagi penampilannya di Piala Dunia saat ini cukup baik.
Penyerang berusia 23 tahun itu mencetak 49 gol dari 48 pertandingan untuk klubnya musim lalu, dan mencetak tiga gol dari lima kali penampilannya bersama Uruguay di Piala Dunia ini.

Perkiraan harga: 30 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: Tottenham Hotspur, Manchester United.




Keisuke Honda
Setahun yang lalu, Honda yang berumur 24 tahun, bukanlah siapa-siapa di klub Belanda, VVV Venlo. Namun dari empat kali penampilannya, dan dua gol yang dicetak olehnya untuk Jepang, saat ini dia digadang-gadang sebagai salah satu dari gelandang terbaik di dunia.
Arsene Wenger pun berpendapat demikian: “Ketika Honda bermain di depan, dia telah menunjukkan kemampuan yang dia miliki. Untuk saya, dia adalah pemain terbaik sepanjang kompetisi tersebut sejauh ini.”

Perkiraan harga: 20 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: Liverpool, Arsenal.




Robert Vittek
Slovakia, adalah tim yang baru pertama kali tampil di babak final Piala Dunia. Vittek membuat para pencinta sepak bola terkejut, setelah sempat menjadi top skor sementara di kompetisi tersebut, dan membuat juara bertahan, Italia, harus angkat kaki dari Piala Dunia di babak grup.
Dirinya tak diinginkan di klubnya saat ini, Lille, dan tak mau kembali ke Ankaragucu di Turki, klub yang meminjamkannya. Saat ini, dirinya akan banyak membuat klub tertarik untuk meminangnya.

Perkiraan harga: 7 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: Wolves, Wigan.




Asamoah Gyan
Gyan, penyerang  Stade Rennes, mungkin saja gagal membawa negaranya lolos ke babak selanjutnya karena tendangan penalti yang dieksekusinya ke gawang Uruguay, tak menemui sasarannya.
Dirinya mencetak 13 gol untuk klub Perancis tersebut, sebelum berangkat ke Afrika Selatan. Dirinya juga menjadi pahlawan bagi negaranya, Ghana. Apabila dirinya berhasil mengeksekusi penalti pada saat melawan Uruguay, dirinya akan membawa negaranya menjadi negara Afrika pertama yang lolos ke babak semi final.

Perkiraan harga: 20 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: Everton, West Ham.




Vincent Enyeama
Dirinya bukanlah orang asing di Premier League, Enyeama dihubung-hubungkan dengan beberapa klub di awal musim ini.
Walaupun Nigeria tampil buruk di Piala Dunia saat ini, penjaga gawang Hapoel Tel-Aviv ini yang berusia 27 tahun, membuktikan dirinya sebagai penjaga gawang yang cukup baik.

Perkiraan harga: 5 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: West Ham, Wigan.




Wesley Sneijder
Kita mungkin sering melihat Sneijder selama Liga Champion musim lalu. Dirinya menjadi kunci di Inter Milan, dengan menjadi man of the match di beberapa pertandingannya.
Dan play maker tersebut yang berusia 26 tahun itu, juga membawa negaranya, Belanda melangkah jauh setelah 32 tahun. Ya, Belanda akhirnya bisa mencicipi kembali partai tertinggi di Piala Dunia, meskipun harus kalah.

Harga: 30 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: Manchester United.




Diego Forlan
Forlan datang ke Manchester United pada tahun 2004, dia hanya mencetak 17 gol dari 98 penampilannya di Old Trafford, dan akhirnya dijual ke Villareal.
Saat ini, dia adalah salah satu pemain yang paling berpengaruh di turnamen ini. Walaupun sudah berusia 31 tahun, dirinya bermain sangat baik di barisan penyerang Uruguay. Dirinya terlihat cocok untuk kembali ke Premier League, namun sepertinya dirinya tak ingin kembali ke sana.

Harga: 18 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: Tottenham Hotspur.




Eljero Elia
Tiga tahun yang lalu, karir Elia seperti tak jelas karena hanya menghabiskan waktu berada di bangku cadangan, di klubnya FC Twente pada saat itu.
Namun penampilannya untuk Belanda di turnamen ini, walaupun hanya menjadi pemain pengganti, cukup memukau. Dan membuat klubnya saat ini, Hamburg, kini mempunyai bintang besar di tangan mereka.
Walau masih berumur 23 tahun, pemain sayap yang luar biasa tersebut telah memperlihatkan kemampuan dan trik-trik yang dimilikinya selama Piala Dunia di Afrika Selatan.

Harga: 22 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: Tottenham Hotspur, West Ham.




Fabio Coentrao
Cristiano Ronaldo dan timnya mungkin harus angkat kaki di babak perdelapan final Piala Dunia karena gol tunggal David Villa. Namun penampilan dari bek kiri Selecao, Coentrao, menunjukkan bahwa dirinya adalah salah satu bek sayap terbaik selama turnamen.
Bermain sebagai bek sayap atau di posisi sayap, bintang Benfica tersebut memberikan sinyal untuk meninggalkan Estadio da Luz, dengan mengatakan: “Apabila tawarannya baik untuk klub, saya akan bersedia untuk meninggalkan klub.”

Harga: 25 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: Manchester City, Chelsea.




Thomas Muller
Empat gol dari lima pertandingan membuat Muller menjadi incaran dari klub-klub besar di dunia, dan Bayern Munich harus meyakinkan pemain berusia 20 tahun tersebut untuk menegaskan masa depannya di Allianz Arena.
Dijuluki sebagai ‘phenomenon’ oleh chairmain Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge, Muller memainkan peran vital di tim Jerman dan membawanya ke babak semi final dengan empat gol ke gawang Inggris dan Argentina.

Harga: 40 juta Pounds.
Klub yang menginginkannya: Chelsea, Manchester City.



Itulah nama-nama pemain yang bersinar di Piala Dunia, yang dihubung-hubungkan dengan klub-klub yang ada di Liga Iinggris. Pemain mana sajakah yang bisa kita lihat di Premier League musim depan? Kita tunggu saja kabar selanjutnya.
Yang pasti, 10 pemain di atas memberikan warna baru di turnamen ini, ketika pemain-pemain yang mendapatkan banyak penghargaan malah tampil di luar ekspektasinya.
Apakah ini artinya akan ada regenerasi pasca Piala Dunia? Yang pasti pemain-pemain di atas membuat hidup kita semua lebih ‘berwarna’ selama sebulan penuh.
Setuju?

sumber :
supersoccer.co.id

29 Jul 2010

Upaya Klub-Klub Ligue 1 Prancis Hindari Krisis Finansial

Pilih Potong Gaji atau Jual Pemain Bintang

Krisis finansial yang melanda Prancis memaksa klub-klub Ligue 1 berhemat. Berbagai upaya mereka lakukan supaya bisa lepas dari krisis.

--------------------------------------------------------------------------

Pada bursa transfer musim panas ini, klub-klub Ligue 1 Prancis kurang bergairah. Tidak ada nama pemain bintang yang dikaitkan dengan klub-klub elite Prancis. Yang ada hanya penjualan dengan nilai transfer rendah antarklub Prancis sendiri.

Ya, hantaman krisis finansial membuat klub-klub Prancis dipaksa untuk berhemat. Paling-paling aksi mereka di bursa transfer adalah menjual pemain, tidak membeli. Pemain paling mahal sementara ini di Ligue 1 adalah Cesar Azpilicueta.

Bek sayap berusia 20 tahun itu dibeli Olympique Marseille dari klub Spanyol Osasuna sebesar EUR 7 juta atau setara Rp 81,4 miliar. Banyak pemain yang bergabung dengan klub baru dengan status bebas transfer atau pinjaman.

"Situasi seperti ini terjadi sejak bursa transfer musim panas tahun lalu (2009, Red). Publik hanya melihat transfer besar di antara Real Madrid, Olympique Lyon, dan Marseille," papar Philippe Diallo, ketua UCPF (asosiasi klub profesional Prancis), seperti dikutip AFP.

Ya, ketika itu Lyon menjual Karim Benzema ke klub Spanyol Real Madrid. Karena itu, mereka mampu menggaet beberapa pemain seperti Lisandro Lopez, Michael Bastos, Ally Cissokho, dan Bafetimbi Gomis.

Sedangkan Marseille yang bernafsu menjadi juara Ligue 1 membeli Lucho Gonzalez, Souleymane Diawara, Stephane M'Bia, dan Gabriel Heinze. Adapun Bordueax mempermanenkan status Yoann Gourcuff yang semusim sebelumnya berstatus pinjaman.

Selain itu, banyak bintang Prancis yang dilego ke tim luar Prancis daripada sebaliknya. "Krisis ekonomi telah melanda Prancis sejak musim lalu dan saat itu utang semakin menumpuk melebihi kemampuan investasi," papar Diallo.

Karena itu, menjual pemain ke luar Prancis menjadi opsi paling cepat. Akibatnya, semakin banyak bintang yang angkat kaki dari Ligue 1. Apalagi, efek krisis ekonomi memaksa klub mereduksi gaji pemain. Itu menjadi salah satu solusi buruk.

Salah satu klub yang memutuskan untuk menggunakan kebijakan pemotongan gaji adalah Marseille. Gaji sejumlah pemain dalam tim besutan Didier Deschamps itu dipotong hingga sepuluh persen. Tidak ada pilihan lain, daripada utang kian menumpuk.

Presiden Lyon Jean-Michael Aulas punya cara sedikit berbeda. Secara perlahan, dia mengurangi jumlah pemain di tim senior, dari 28 pemain menjadi tinggal 25 pemain. Sisanya, Lyon mengandalkan para pemain junior dari klub itu.

"Sebagian besar korban kebijakan itu (pemotongan gaji, Red) bukanlah para pemain bintang, tapi para pemain rata-rata. Kita lihat saja, apakah problem ini memberikan dampak positif atau negatif?," papar Patrick Mignon, sosiolog olahraga.

Menurut Mignon, dengan kondisi seperti itu, para pemain muda punya lebih banyak kesempatan untuk membuktikan diri. Sebab, semakin sedikit pemain bintang yang ada dan semakin mahal gaji para pemain senior. Karena itu, pemain muda jadi opsi menarik.

Lihat saja, seiring dengan kian sulitnya klub Prancis belanja pemain, mereka lebih memilih untuk menggaet pemain muda dengan harga murah dan menggemblengnya. Bisa juga, memaksimalkan pemain muda dari skuad junior atau akademi klub.

Maxim Ganalons dan Miralem Pjanic di Lyon, Andre Ayew dan Cesar Azpilicueta di Marseille, serta masih banyak pemain muda lainnya. Mereka punya kesempatan lebih besar bermain sebagai starter karena banyak pemain bintang yang hengkang.

Sayang, para bintang muda itu juga biasanya tidak akan lama bertahan di klub-klub Prancis. Begitu terlihat bersinar, mereka langsung dibidik klub-klub elite Eropa.

sumber : http://www2.jawapos.co.id/sportivo/index.php?act=detail&nid=146669

Peraturan Baru Liga Premier Inggris

Liga Premier dihantam sebuah peraturan baru. Peraturan yang mengharuskan setiap klub hanya dihuni 25 pemain. Efek dari peraturan ini cukup besar. Terutama bagi klub-klub yang sudah menghabiskan jutaan Pound dan menumpuk pemain dalam skuad mereka.

Ini bisa menyebabkan bintang-bintang dengan gaji 40.000. 50.000 pound bahkan lebih, akan menghabiskan pekan-pekan mereka dengan hanya duduk-duduk di bangku penonton. Tanpa pernah bermain sekali pun.

Contohnya, Jonathan Woodgate sudah menjadi nama yang disebut-sebut Harry Redknapp tidak akan bisa masuk dalam skuad Tottenham Hotspur-nya. Di Manchester United, Owen Hargraves yang kembali cedera hingga Januari, tidak akan masuk dalam skuad-25-orang mereka.

Begitu juga dengan Andy Johnson. Pemain termahal yang pernah dibeli Everton ini juga masih berkutat dengan cedera hingga Januari. Dan klub tidak akan mau menghabiskan jatah pemain mereka -yang hanya 25- dengan memasukkan pemain yang cedera.

Yang paling parah mungkin Manchester City. Klub ini punya 33 pemain senior di skuad mereka dan masih ingin menambah pemain lagi. Ini akan membuat nama-nama semacam Craig Bellamy dan Roque Santa Cruz -jika mereka tidak pindah- tidak akan pernah bermain sekalipun musim depan.


Jadi sebenarnya, peraturan macam apa ini? Dan bagaimana pengaruhnya bagi klub? Mari kita lihat bersama...

Apa yang berubah?
Mulai tanggal 1 Septermber jam 5 sore waktu Inggris -sehari setelah transfer window pertama ditutup- setiap klub di Liga Premier untuk pertama kalinya harus menjalani musim dengan skuad yang 'hanya' berisi 25 pemain. Dan 8 dari pemain tersebut harus berstatus 'home-grown'.

Apa yang terjadi jika mereka tidak memiliki 8 pemain 'home-grown'?
Klub harus menjalani musimnya dengan jumlah pemain yang lebih sedikit lagi.

Apakah artinya akan ada lebih banyak pemain muda asli Inggris di Liga Premier?
Tidak. 'Home-grown' di sini berarti pemain yang sudah terdaftar di klub mana saja di Inggris dan Wales selama minimal tiga tahun saat mereka berusia di antar 16 sampai 21 tahun.

Mengapa hal ini dilakukan?
Liga Premier percaya peraturan semacam ini akan memacu pengembangan pemain muda di setiap klub dan mencegah penumpukan pemain-pemain terbaik dunia di dalam satu klub.

Apa yang bisa klub lakukan jika ada pemain mereka yang mengalami cedera jangka panjang di tengah musim?
Klub memiliki hak untuk memasukkan pemain under-21 mereka sebanyak yang diinginkan. Jadi penggantian ini bisa dilakukan. Pengecualian akan terjadi pada kasus-kasus tertentu, misalnya jika dua dari tiga kiper senior menderita cedera parah.

Apakah klub sama sekali tidak bisa melakukan perubahan?
Tidak. Hingga nanti ketika jendela transfer kedua dibuka pada bulan Januari. Atau seandainya mereka tidak memiliki 25 pemain yang sudah dikontrak secara resmi. Dalam kasus ini, klub bisa melengkapi skuad mereka dengan pemain free agent.



Dan klub mana saja yang akan 'menderita' setelah peraturan ini resmi dijalankan?

Manchester City
Apa yang dilakukan Roberto Mancini dengan City-nya adalah alasan mengapa peraturan seperti ini dikeluarkan oleh pihak Liga Premier. Dan ini akan memberikan Mancini sakit kepala yang paling berat di antara manajer lainnya.
Dengan hanya 5 dari 38 skuad senior mereka yang berusia di bawah 21 tahun, 8 pemain senior tidak akan masuk skuad jika mereka tetap bertahan di Eastland pada tanggal 1 September nanti.
Ini membuat beberapa nama besar dalam bahaya. Seperti: Craig Bellamy, Roque Santa Cruz, Jo, Robinho, Javier Garrido, Stephen Ireland, dan Felipe Caicedo.

Chelsea
Masalah utama yang dihadapi Carlo Ancelotti adalah jumlah pemain berpengalaman yang ia miliki di skuadnya. Saat ini ia hanya memiliki 4 pemain 'home-grown' dalam skuadnya yang berusia di atas 21 tahun (kecuali Scott Parker dimasukkan). Kemungkinan, Chelsea hanya akan boleh mendaftarkan 21 pemain.
Deco dan Ricardo Carvalho kemungkinan akan 'dipaksa' meninggalkan Stanford Bridge untuk memberikan ruang bagi pendatang baru semacam Ramires dan David Luiz. Sementara Paulo Ferreira sepertinya akan dibiarkan menonton dari bangku penonton.

Liverpool
Masalah yang menimpa Roy Hodgson dengan peraturan baru ini adalah, ia hanya memiliki lima pemain 'home-grown'. Yang berarti menyisakan tempat bagi 20 pemain lagi ditambah para pemain muda.
Tetapi sang manajer sudah menegaskan ia sama sekali tidak bisa bergantung pada para pemain muda dan reserves dalam tur-nya kemarin dan juga dalam pertarungan di Liga Europa. Tentunya, ia juga tidak akan bisa bergantung pada mereka di liga premier, kan?

Arsenal
Arsene Wenger kemungkinan harus menjalani musim dengan kurang satu pemain dari maksimal 25 dalam skuadnya jika Sol Campbell tidak memutuskan untuk melanjutkan kontraknya bersama Arsenal.

Manchester United
Klub papan atas yang berada dalam kondisi cukup bagus untuk saat ini. Hal ini diakibatkan kebijakan mereka untuk membawa pemain muda dalam skuad utama selama era Sir Alex Ferguson. Hanya pembelian pemain baru sajalah yang mungkin akan memaksa mereka meninggalkan satu atau dua pemain di luar skuad-25-orang ini.

sumber : supersoccer.co.id/liga-inggris/ulasan/content/read/peraturan-baru-liga-premier-yang-membuat-para-manajer-sakit-kepala/